Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Oktober 2011
Praktek Kerja Industri #1
A. Pengertian Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Prakerin adalah bagian dari pendidikan sistem ganda (PSG) sebagai program bersama antara SMK dan Industri yang dilaksanakan di dunia usaha, industri. Dalam Kurikulum SMK (Dikmenjur, 2008) disebutkan:
Kemudian dalam jurnal program Prakerin (1999: 1) dijelaskan bahwa Prakerin adalah suatu komponen praktek keahlian profesi, berupa kegiatan secara terprogram dalam situasi sebenarnya untuk mencapai tingkat keahlian dan sikap kerja profesional yang dilakukan di industri.
Pembelajaran di dunia kerja (industri) tersebut merupakan bagian integral dari program diklat secara menyeluruh, karena itu materi yang dipelajari dan kompetensi yang dilatihkan harus jelas kaitannya dengan profil kompetensi tamatan yang telah ditetapkan. Program diklat disusun dan dilaksanakan bersama secara bertanggungjawab antara sekolah dan industri, serta didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mewakili industri dan tokoh masyarakat yang mewakili masyarakat umum.
Lebih lanjut dalam Undang-Undang Prakerin Dikmendikti, (2003) diungkapkan bahwa Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah program wajib yang harus diselenggarakan oleh sekolah khususnya sekolah menengah kejuruan dan pendidikan luar sekolah serta wajib diikuti oleh siswa/warga belajar. Penyelenggaraan Praktek Kerja Industri akan membantu peserta didik untuk memantapkan hasil belajar yang diperoleh di sekolah serta membekali siswa dengan pengalaman nyata sesuai dengan program studi yang dipilihnya.
Dari beberapa pernyataan tersebut, maka dalam penelitian ini Prakerin didefenisikan sebagai penyelenggaraan pendidikan yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan (teori) di sekolah dengan kegiatan pendidikan (praktek) di dunia industri. Dengan kata lain bahwa Praktek kerja industri adalah suatu strategi dimana setiap siswa mengalami proses belajar melalui bekerja langsung (learning by doing) pada pekerjaan yang sesungguhnya. Dengan praktek kerja industri ini peserta didik memperoleh pengalaman dengan bahan kerja serta membiasakan diri dengan perkembangan-perkembangan baru.
B. Tujuan Praktek Kerja Industri
Menurut Wena (1996) mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan pendekatan sistem ganda bertujuan untuk:
- Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
- Meningkatkan dan memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara lembaga pendidikan pelatihan kejuruan dan dunia kerja.
- Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja berkualitas dan profesional.
- Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai proses dari pendidikan.
C. Pelaksanaan Praktek Kerja Industri
Pengaturan pelaksanaan Praktek Kerja Industri dilakukan dengan mempertimbangkan dunia kerja atau industri untuk dapat menerima siswa serta jadwal praktek sesuai dengan kondisi setempat. Praktek Kerja Industri memerlukan perencanaan secara tepat oleh pihak sekolah dan pihak industri, agar dapat terselenggara dengan efektif dan efisien.
Program Prakerin yang dilaksanakan di industri/perusahaan, menurut Dikmenjur (2008) adalah meliputi:
- Praktik dasar kejuruan, dapat dilaksanakan sebagian di sekolah, dan sebagian lainnya di industri, apabila industri memiliki fasilitas pelatihan di industrinya. Apabila industri tidak memiliki fasilitas pelatihan, maka kegiatan praktik dasar kejuruan sepenuhnya dilakukan di sekolah
- Praktik keahlian produktif, dilaksanakan di industri dalam bentuk “on job training”, berbentuk kegiatan mengerjakan pekerjaan produksi atau jasa (pekerjaan sesungguhnya) di industri/perusahaan sesuai program keahliannya.
- Pengaturan program 1), dan 2) harus disepakati pada awal program oleh kedua pihak.
Menurut Soewarni, (Wena, 1996: 228) proses pelaksanaan Praktek Kerja Industri dilakukan oleh siswa di industri, baik berupa industri besar, menengah maupun industri kecil atau industri rumah tangga. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini, proses langkah-langkah pelaksanaan praktek harus tetap mengacu pada desain pembelajaran yang telah ditetapkan. Disamping itu, pelaksanaan praktek kerja industri dapat berupa “day release” atau berupa “block release” atau kombinasi keduanya.
Dalam penyelenggaraan day release waktu belajar dalam satu minggu, digunakan beberapa hari di sekolah dan beberapa hari di industri, tergantung kesepakatan antara pihak sekolah dan pihak industri. Sedangkan dalam pelaksanaan yang menggunakan block release waktu belajar dibagi pada hitungan bulan atau semester. Dalam arti proses belajar dilakukan di sekolah beberapa bulan atau semester secara terus menerus, kemudian bulan atau semester berikutnya di industri.
Wena (1996: 228) mengungkapkan bahwa pada dasarnya tahapan pelaksanaan Praktek Kerja Industri meliputi:
- Perencanaan Praktek Kerja Industri.Dalam perencanaannya, Praktek Kerja Industri ini melibatkan beberapa pihak yaitu pihak sekolah, siswa, orang tua siswa, dan institusi pasangan (Dunia Usaha/Dunia industri). Perencanaan Prakerin ini meliputi: (a) Tujuan Praktek Kerja Industri, (b) Metode Praktek Kerja Industri, (c) Pendataan siswa peserta Praktek Kerja Industri, (d) Sosialisasi Praktek Kerja Industri kepada orang tua dan guru,(e) Materi Praktek Kerja Industri.
- Pengorganisasian Praktek Kerja Industri Pengorganisasian Praktek Kerja Industri adalah salah satu upaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di sekolah dan di institusi pasangan (Dunia Usaha/Dunia industri). Pengorganisasian Praktek Kerja Industri ini meliputi: (a) Tenaga pengajar/pembimbing dari pihak sekolah,(b) Tenaga instruktur dari pihak pihak Dunia Usaha/Dunia industri, (c) Penempatan siswa
- Penyelenggaraan Praktek Kerja Industri. Penyelenggaraan Praktek Kerja Industri meliputi: (a) Model Penyelenggaraaan Praktek Kerja Industri, (b) Metode Pembelajaran, (c) Standar Profesi.
- Pengawasan Praktek Kerja Industri. Pelaksanaan Prakerin tidak bisa terlepas dari pengawasan pelaksanaan Prakerin itu sendiri, karena untuk menjamin mutu Prakerin diperlukannya pelaksanaan pengawasan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengawasan ini meliputi: (a) Kontrol keselamatan kerja, (b) Bimbingan dan monitoring dari pihak sekolah, (c) Penilaian hasil belajar dan keahlian, (d) Sertifikasi,(e) Evaluasi
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Prakerin bisa berhasil apabila tahapan-tahapan tersebut terlaksana dengan baik.
Label:
Story
|
0
komentar
Senin, 11 April 2011
...Tips Sederhana Menjadi Orang Yang Bahagia...
"Assalamualaikum"
Sebelum ke bahasan,
coba kita liat illustrasi di bawah ini...
Misalkan ada 2 hal yang berhubungan dengan FPI (Front Pembela Islam)
Tanggapan yang pertama :
"FPI walau mereka menjunjung tinggi syari'at Islam"
"Tapi Cara Mereka Sangat Kasar!!!"
dan tanggapan yang kedua :
"FPI walau Cara Mereka Sangat Kasar"
"Tapi mereka Menjunjung tinggi Syari'at Islam!!!"
sekarang kita liat illustrasi versi Olga Syahputra
Tanggapan yang pertama :
"Olga walau Dia Presenter Handal"
"Tapi Gayanya Kayak Banci!!!"
Tanggapan yang kedua :
"Olga walau Gayanya Kayak Banci"
"Tapi Dia Presenter Handal!!!"
Teman.. pdahal Aku hanya memBolak Balikin kata,
tapi dengan cara yang beda
dan akhirnya menjadi Persepsi Yang Berbeda....
Contoh lagi Jika kita download sesuatu, sudah setengah jam baru 25% downloadnya...
coba apa yang kita bilang?
"Waduh!! Masih 75% lagi"
atau
"Waaah! sudah 25% lagi nih" ????
yang 1 ga sabaran, yang kedua keliatan sabarnya... malah bersyukur
-------------------------------------------------------------
jadi... salah satu Cara Sederhana Menjadi Orang Yang Bahagia adalah:
""BERPIKIR POSITIF DAN BERSYUKUR""
Apapun masalahnya, siapapun orangnya, kapanpun waktunya.....
Berpikirlah Positiflah dan bersyukurlah Setiap saat.....
Jangan Menunggu Bahagia Baru Bersyukur, tapi Bersyukurlah, maka kita akan tambah bahagia
jangan menunggu keadaan baik baru berpikir positif, tapi berpikir positif lah, maka keadaan semakin baik
Nah pertanyaannya sekarang : Bagaimanakah agar kita bisa berpikir positif setiap hari?
jawabnya gampang Teman..!!
Tinggal ubah kata-kata yang berkesan buruk menjadi berkesan baik
contoh 1: lebih enak makan yang mana?
"Telor Setengah Matang" atau "Telor Setengah Mentah"?
padahal dua-duanya sama-sama setengah?
hanya saja kata "mateng" lebih baik daripada kata "mentah"
contoh 2: lebih enak denger yang mana?
"kamu Ganteng... tapi BODOH!!!"
atau
"Kamu bodoh... tapi GANTENG!!!"
hanya dibolak-balik, tapi menghasilkan persepsi yang berbeda
NAh.....
sekarang mari kita ubah persepsi negatif kita menjadi persepsi positif
nih contohnya:
Gw dapet masalah nih!!!! => Gw mendapat Tantangan nih!!!!
gara-gara Hujan Sialan!!! => Karena Hujan, pepohonan jadi tumbuh subur
Wah Panas Banget hari ini!! => wah cerah Banget Hari Ini...
Bisa... Tapi SULIT!!! => sulit... Tapi BISA!!!!
Yaaaaah..... => YEAHHH!!!!!
wah sudah jatuh tertimpa tangga pula nih!! => wah... sudah jatuh, tertimpa tangga, masuk rumah sakit, ketemu suster cantik... nikah deh... ^_^
Dilarang MEROKOK!!! => Merokok itu DILARANG!!!!
(jangan fokus pada tulisan rokoknya, tapi fokus pada larangannya)
SIALAN!!! Gw ga Lulus Ujian!!! => Alhamdulillah, kelulusan gw tertunda agar gw dapat pengalaman untuk dijadikan pelajaran di masa yang akan datang...
Wahai Tuhan!! Masalahku sangatlah Besar!!! => WAHAI Masalah!!!! TUHANku SANGATLAH Besar!!!
dst.....
masa bodoh seberapa buruk orangnya dan seberapa buruk situasinya, yang penting seberapa baik sikap kita terhadap segala sesuatu yang terjadi....
Karena Sikap Baik atau Buruknya kita terhadap orang atau sesuatu sebenarnya bukan menunjukkan siapa Mereka, tapi menunjukkan siapa diri Kita
karena seperti kata pepatah
""KAMU ADALAH YANG KAMU PIKIRKAN""
Karena Hidup ibarat Gema, Jika kita berteriak "Kamu Ganteng!!!!" Maka Gema pun menjawab "Kamu Ganteng!!! kamu ganteng!!! kamu ganteng!!! ... dst"
tapi jika kamu berkata "Kamu Jelek!!!!!" maka Gema pun Menjawab "Kamu Jelek!!! kamu jelek!!! kamu Jelek bangeet!! ... dst"
(hehe canda)
jadi... mulai sekarang....
Bersikap Positiflah.... Bukan untuk orang lain... Melainkan Untuk Diri Kita Sendiri!!!
^_^
"Wassalamu'alaikum"
Sebelum ke bahasan,
coba kita liat illustrasi di bawah ini...
Misalkan ada 2 hal yang berhubungan dengan FPI (Front Pembela Islam)
Tanggapan yang pertama :
"FPI walau mereka menjunjung tinggi syari'at Islam"
"Tapi Cara Mereka Sangat Kasar!!!"
dan tanggapan yang kedua :
"FPI walau Cara Mereka Sangat Kasar"
"Tapi mereka Menjunjung tinggi Syari'at Islam!!!"
sekarang kita liat illustrasi versi Olga Syahputra
Tanggapan yang pertama :
"Olga walau Dia Presenter Handal"
"Tapi Gayanya Kayak Banci!!!"
Tanggapan yang kedua :
"Olga walau Gayanya Kayak Banci"
"Tapi Dia Presenter Handal!!!"
Teman.. pdahal Aku hanya memBolak Balikin kata,
tapi dengan cara yang beda
dan akhirnya menjadi Persepsi Yang Berbeda....
Contoh lagi Jika kita download sesuatu, sudah setengah jam baru 25% downloadnya...
coba apa yang kita bilang?
"Waduh!! Masih 75% lagi"
atau
"Waaah! sudah 25% lagi nih" ????
yang 1 ga sabaran, yang kedua keliatan sabarnya... malah bersyukur
-------------------------------------------------------------
jadi... salah satu Cara Sederhana Menjadi Orang Yang Bahagia adalah:
""BERPIKIR POSITIF DAN BERSYUKUR""
Apapun masalahnya, siapapun orangnya, kapanpun waktunya.....
Berpikirlah Positiflah dan bersyukurlah Setiap saat.....
Jangan Menunggu Bahagia Baru Bersyukur, tapi Bersyukurlah, maka kita akan tambah bahagia
jangan menunggu keadaan baik baru berpikir positif, tapi berpikir positif lah, maka keadaan semakin baik
Nah pertanyaannya sekarang : Bagaimanakah agar kita bisa berpikir positif setiap hari?
jawabnya gampang Teman..!!
Tinggal ubah kata-kata yang berkesan buruk menjadi berkesan baik
contoh 1: lebih enak makan yang mana?
"Telor Setengah Matang" atau "Telor Setengah Mentah"?
padahal dua-duanya sama-sama setengah?
hanya saja kata "mateng" lebih baik daripada kata "mentah"
contoh 2: lebih enak denger yang mana?
"kamu Ganteng... tapi BODOH!!!"
atau
"Kamu bodoh... tapi GANTENG!!!"
hanya dibolak-balik, tapi menghasilkan persepsi yang berbeda
NAh.....
sekarang mari kita ubah persepsi negatif kita menjadi persepsi positif
nih contohnya:
Gw dapet masalah nih!!!! => Gw mendapat Tantangan nih!!!!
gara-gara Hujan Sialan!!! => Karena Hujan, pepohonan jadi tumbuh subur
Wah Panas Banget hari ini!! => wah cerah Banget Hari Ini...
Bisa... Tapi SULIT!!! => sulit... Tapi BISA!!!!
Yaaaaah..... => YEAHHH!!!!!
wah sudah jatuh tertimpa tangga pula nih!! => wah... sudah jatuh, tertimpa tangga, masuk rumah sakit, ketemu suster cantik... nikah deh... ^_^
Dilarang MEROKOK!!! => Merokok itu DILARANG!!!!
(jangan fokus pada tulisan rokoknya, tapi fokus pada larangannya)
SIALAN!!! Gw ga Lulus Ujian!!! => Alhamdulillah, kelulusan gw tertunda agar gw dapat pengalaman untuk dijadikan pelajaran di masa yang akan datang...
Wahai Tuhan!! Masalahku sangatlah Besar!!! => WAHAI Masalah!!!! TUHANku SANGATLAH Besar!!!
dst.....
masa bodoh seberapa buruk orangnya dan seberapa buruk situasinya, yang penting seberapa baik sikap kita terhadap segala sesuatu yang terjadi....
Karena Sikap Baik atau Buruknya kita terhadap orang atau sesuatu sebenarnya bukan menunjukkan siapa Mereka, tapi menunjukkan siapa diri Kita
karena seperti kata pepatah
""KAMU ADALAH YANG KAMU PIKIRKAN""
Karena Hidup ibarat Gema, Jika kita berteriak "Kamu Ganteng!!!!" Maka Gema pun menjawab "Kamu Ganteng!!! kamu ganteng!!! kamu ganteng!!! ... dst"
tapi jika kamu berkata "Kamu Jelek!!!!!" maka Gema pun Menjawab "Kamu Jelek!!! kamu jelek!!! kamu Jelek bangeet!! ... dst"
(hehe canda)
jadi... mulai sekarang....
Bersikap Positiflah.... Bukan untuk orang lain... Melainkan Untuk Diri Kita Sendiri!!!
^_^
"Wassalamu'alaikum"
Label:
Story
|
0
komentar
Senin, 28 Februari 2011
Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya
assalamualaikum..
Ya Allah
Smoga Engkau sllu mmberikan rahmat kepada kami smwa..
terutama kepada kedua orang tua kami, khususx ibu, yang telah berjuang hingga membesarkan kami seperti sekarang ini..
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
“Makanlah nak, aku tidak lapar”
———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api.
Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam,
besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :
“Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku dibawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku:
“Aku tidak terbiasa”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang
keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum
yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.
Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini.
Tetapi ibu dengan tegarnya berkata:
“Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan:
” Terima kasih ibu ! “
Ya Allah
Smoga Engkau sllu mmberikan rahmat kepada kami smwa..
terutama kepada kedua orang tua kami, khususx ibu, yang telah berjuang hingga membesarkan kami seperti sekarang ini..
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
“Makanlah nak, aku tidak lapar”
———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api.
Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam,
besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :
“Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku dibawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku:
“Aku tidak terbiasa”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang
keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum
yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.
Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini.
Tetapi ibu dengan tegarnya berkata:
“Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan:
” Terima kasih ibu ! “
Label:
Story
|
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
Blog Archive
-
▼
2011
(6)
- ► 04/10 - 04/17 (1)
- ► 03/06 - 03/13 (1)
- ► 02/27 - 03/06 (1)
- ► 02/20 - 02/27 (1)
- ► 01/30 - 02/06 (1)
-
►
2010
(2)
- ► 11/21 - 11/28 (2)
